Business, public speaking & motivation

  
  

pidatoKebanyakan orang tidak mengalami kesulitan yang berarti dan mudah saja ketika berbicara di depan teman dan keluarganya sendiri, tapi ketika harus berbicara di depan orang-orang baru apalagi jika mereka adalah orang ternama, pejabat dan para profesional sering membuat beberapa orang mundur karena demam panggung. Saya pun dulunya juga canggung ketika berbicara di depan umum, apalagi saat SD saya merupakan orang yang sangat pemalu. Seperti keahlian yang lainnya, public speaking memerlukan latihan dan latihan, sehingga seiring berjalannya waktu, semua demam panggung itu tidak berarti apa-apa.

Melalui beberapa pengalaman saya selama ini, berikut adalah sepuluh tips terbaik dari saya bagaimana meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) .

SEBELUM TAMPIL

1. Bernapas panjang

Mulailah semua itu dengan nafas panjang.

Janganlah takut jika sesuatu yang buruk akan terjadi, bernafaslah panjang dan bayangkan semuanya akan baik-baik saja. Bayangkan Anda adalah superstarnya.

2. Buatlah outline pada script atau teks pidato Anda

Membuat outline atau poin-poin penting pada skrip pidato Anda akan sangat mempermudah Anda melaui semuanya dengan terarah. Jangan pernah terjun langsung berbicara di depan umum tanpa skrip jika Anda tidak tahu dengan benar apa yang akan Anda paparkan nanti. Selain itu pada outline Anda bisa Anda tambahkan penekanan warna dengan menggunakan spidol warna, sehingga poin-poin terpenting pada pidato Anda bisa langsung Anda ketahui.

3. Tahu betul apa yang Anda paparkan

Saat Anda berpidato maka Anda harus benar-benar paham tentang apa yang Anda paparkan. Anda harus menjadi yang paling ahli. Bagaimana cara mudahnya? Adalah dengan tampil percaya diri. Orang datang untuk melihat Anda berpidato karena menganggap Andalah yang paling ahli di bidang itu.

 

SAAT MULAI BERBICARA

4. Lakukan kontak mata dengan Audiens atau kawan bicara

Lakukanlah kontak mata dengan SETIAP audiens Anda. Barangkali Anda bertanya, bagaimana jika audiens saya jumlahnya terlalu banyak? Maka cukuplah melakukan kontak mata pada zona di mana Anda yakin bahwa Anda sedang melakukan kontak mata dengan mereka. Mengapa perlu menjaga kontak mata? Karena dengan melakukan kontak mata, Anda sedang memerhatikan mereka, memberikan perhatian lebih bahwa Anda memang sedang berbicara dengan manusia yang memang harus dihargai, Anda tidak sedang berbicara dengan boneka atau benda mati. Kontak mata juga sangat berguna saat Anda ingin mengevaluasi apakah yang Anda paparkan mudah dipahami oleh mereka atau tidak.

5. Jika Anda benar-benar gugup , berlatihlah sebelum dimulai

Jikalau memang gugup adalah musuh terbesar Anda, maka sahabat Anda yang paling baik adalah Berlatih. Berlatihlah berbicara di depan cermin, gunakan gaya terbaik Anda, tidak perlu malau, karena hanya Anda sendiri yang melihat diri Anda berbicara. Lakukanlah selama berkali-kali sampai Anda merasa cukup. Hal ini sangat bisa membantu Anda mengatasi grogi yang luar biasa.

6. Buat sesi pertanyaan sependek mungkin

Barangkali yang paling banyak ditakutkan oleh banyak orang adalah jika ditanya tentang presentasi mereka. Salah satu strateginya adlah berbicara selama mungkin sampai waktu bertanya menjadi sangat sedikit. Walau hal ini cukup tricky, namun goal dari pidato maupun presentasi setidaknya tercapai, yaitu menyampaikan pesan yang ingin Anda sampaikan. Dengan demikian setidaknya Anda berhasil melalui semua proses public speaking itu dengan lancar.

7. Jangan terlalu fokus kepada waktu

Saat gugup, kebanyak orang berbicaranya menjadi sangat cepat atau bahkan terbata-bata, dan saat mereka menyadari waktunya masih panjang mereka menjadi semakin gugup. Justru ketika Anda terlalu panik, dan terlalu sering melihat jam (khususnya jam tangan) itu akan memperlihatkan bahwa Anda tidak profesional. Kesannya seperti Anda ingin segera pergi dari para audiens. Mereka ingin mendengarkan Anda berbicara, dan hargai perhatian mereka kepada Anda.

8. Hilangkan bahasa tubuh yang tidak perlu

Hal yang paling dibenci orang (audiens) adalah ketika pembicarannya grogi. Bagaimana mereka semua tahu? Biasanya pembicara itu sendiri yang memberi tanda seperti misalnya menggulung-gulungkan rambut, meletakkan kedua telapak tangan di perut, meremas-remas jari dan bahasa tubuh lainnya yang justru menurunkan profesionalitas Anda sebagai pembicara. Jikalau itu memang terjadi, maka saran saya Anda cukup berjalan mengitari audiens, atau setidaknya jika Anda berada di atas panggung Anda mondar mandir dari kanan ke kiri sambil tetap berbicara. Setidaknya itu akan memalingkan fokus Anda ke bahasa tubuh yang lebih baik. Walaupun Anda mondar mandir, itu lebih baik daripada Anda diam dan kehilangan semua kepercayaan diri Anda.

9. Jika Anda menemukan diri Anda akan mengatakan " Um ... " atau " Eh ..... " rileks dan fokus

Sangat umum jika seseorang berbicara mengeluarkan kata “um.” Atau “ehh..” walau demikian jika terlalu sering mengatakannya, maka itu menunjukkan Anda kurang profesional, karena fokus Anda kemana-mana. Jika itu terjadi, maka ambillah nafas yang dalam dan mulailah fokus. Fokus terhadap apa yang ingin Anda katakan selanjutnya. Salah satu cara termudah adalah sebelum memulai berbicara di depan umum, rekamlah diri Anda sedang berbicara, dan dengarkan kembali. Barangkali ada yang bisa Anda perbaiki.

10. Gunakan teknik NLP untuk belajar cepat dan mempermudah semuanya

Jika semua tips dan trik di atas tidak bekerja, dan Anda merasa ingin belajar semuanya dengan cepat dan instan. Maka Anda bisa menggunakan teknik NLP untuk menghilangkan semua rasa grogi itu dalam sekejab. Apa itu NLP dan bagaimana cara belajarnya? Anda bisa langsung klik di sini.